Cara Pembuatan Pola Pengecoran Logam dengan Cetakan Pasir

0
703
Ilustrasi Pengecoran Logam
Ilustrasi Pengecoran Logam

Proses pembuatan pola atau model pada pengecoran logam harus teliti karena proses ini akan sangat menentukan hasil coran. Perhitungan ukuran harus memperhitungkan faktor penyusutan logam saat pendingianan.

Apa itu Pola Pada Pengecoran Logam?

Pola merupakan gambaran dari bentuk produk yang akan dibuat. Pola dapat dibuat dari kayu, plastic/polimer atau logam. Pemilihan material pola tergantung pada bentuk dan ukuran produk cor, akurasi dimensi, jumlah produk cor dan jenis proses pengecoran yang digunakan.

Macam-macam Pola Pengecoran Logam

jenis pola pengecoran logam
Jensi-jensi Pola Pengecoran Logam

Ada beberapa jenis pola yang perlu kita ketahui, diantaranya adalah:

  1. Pola Tunggal (One Pice Pattern atau Solid Pattern)
    Biasanya digunakan untuk bentuk produk yang sederhana dan jumlah produk sedikit. Pola ini dibuat dari kayu dan tentunya tidak mahal.
  2. Pola Terpisah (Spilt Pattern)
    Terdiri dari dua buah pola yang terpisah sehingga akan diperoleh rongga cetak dari masing-masing pola. Dengan pola ini, bentukproduk yang dapat dihasilkan rumit dari pola tunggal.
  3. Match-Piate Pattern
    Jenis ini popular yang digunakan di industri. Pola “terpasang jadi satu” dengan suatu bidang datar dimana dua buah pola atas dan bawah dipasang berlawanan arah pada suatu pelat datar. Jenis pola ini sering digunakan bersama-sama dengan mesin pembuatan cetakan dan dapat menghasilkan laju produksi yang tinggi untuk produk-produk kecil.
  4. Pola Cope dan Drug
    Pola ini hampir sama dengan pola dengan papan penyambung, tetapi pada pola ini dua bagian dari pola belah masing-masing ditempelkan pada papan yang terpisah. Pola ini biasanya juga dilengkapi dengan sistem saluran masuk dan riser.

Faktor Penting saat Pembentukan Pola atau Model

Hal yang perlu diperhatikan dalam proses pembentukan pola atau model cetakan pasir antara lain:

  1. Ketepatan Ukuran Coran
    Pada pembuatan pola harus diperhatikan beberapa hal antara lain: pengaruh penyusutan logam cair, ketirusan, penyelesaian, distorsi dan kelonggaran, sehingga kita dapat memperoleh benda cor yang benar-benar sesuai dengan benda yang akan dibuat.
  2. Penyusutan
    Karena hampir semua jenis logam menyusut pada waktu pembekuan, pada waktu membuat pola perlu ditambahkan ukuran penyusutan. Untuk kemudahan, untuk besi cor dapat digunakan mister susut yang 1,04% atau 0,00104 mm/mm lebih panjang dari ukuran standar. Direncanakan suatu roda gigi yang bila pemesinan telah selesai, mempunyai diameter luar 150 mm. Untuk brons perlu ditambah 1,56%, baja 2,08%, aluminium dan magnesium 1,30%.
  3. Tirus
    Bila pola yang dapat diangkat dikeluarkan dari cetakan, kadang-kadang tepi cetakan pasir yang bersentuhan dengan pola terangkat. Oleh karena itu untuk memudahkan pengeluaran pola, maka sisi tegak pola dimiringkan. Untuk permukaan luar, biasanya dipakai penambahan sebesar 1,04% hingga 2,08%. Untuk lubang di sebelah dalam dapat digunakan kemiringan sampai 6,25%.
  4. Penyelesaian
    Permukaan coran yang akan mengalami pemesinan biasanya diberi tanda tertentu. Tanda tersebut berarti bahwa pola harus dipertebal, sehingga cukup bahan untuk diselesaikan. Umumnya penambahan adalah 3,0 mm. Untuk pola yang besar suaian tersebut harus ditambah karena ada kemungkinan bahwa benda cor akan melengkung.
  5. Distorsi
    Distorsi terjadi pada benda coran dengan bentuk yang tidak teratur karena sewaktu membeku terjadi penyusutan yang tidak merata. Kemungkinan ini perlu diperhitungkan sewaktu membuat pola.
  6. Kelonggaran
    Bila pasir di sekitar pola ditumbuk-tumbuk kemudian pola dilepaskan, pada umumnya ruangan pola akan lebih besar sedikit. Pada benda cor yang besar atau benda cor yang tidak mengalami penyelesaian, hal ini dapat diatasi dengan membuat pola yang kecil sedikit.

Sekian pembasan tentang proses pembuatan pola atau model pengecoran logam dengan cetakan pasir. Semoga bermanfaat untuk kalian, dan jangan lupa share agar teman kita juga tahu tentang informasi ini. Jika ada kesalahan pada penulisan nilai atau persentase kandungan pada artikel ini mohon disampaikan lewat komentar dibawah artikel ini.

Previous articleCara Pembuatan Rangka Cetakan Pasir Pada Pengecoran Logam
Next articleManfaat Jenius BTPN untuk Pengelolaan Finansial

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here